Sabtu, 20 Juni 2009

Bumi yang kian panas


Bumi kita makin hari makin panas,semrawut,pengap dan keadaan yg menyebalkan lainnya.disadari ataupun tidak.keadaan ini tidak lain adalah karna ulah kita juga.kenapa sih bumi kita makin panas?.Sebenarnya,penyebabnya adalah karena peningkatan suhu yg ada di bumi yg notabene sebagai dampak jangka pendekdari global warming.terus apa dampak jangka panjangnya??hmm... kitaakan balik lagi ke zaman es.wuihh... serem juga ya...

Kemajuan iptek kadang kala bisa membawa kemaslahatan.Tapi tidak jarang malah membawapetaka.Contohnya saja kemajuan pada sektor industri yang kini telah menjamur kemana-mana.bahkan di padalaman pedesaan.sektor industri yang seenaknya saja mengemisikan gas-gas yang membuat lapisan ozon berlubang,yang nantinya akan berdampak pada peningkatan suhu bumi.kini suhu bumitelah meningkat ± 0,6º C tiap tahunnya.cukup fantastis untuk ukuran planet yg berumur 4,5 miliar tahun lebih ini. Lapisan ozon yg berlubang juga akan mengakibatkan sinar matahari yg msuk ke bumi menjadi

tidak tersaring.dan di dalam sinar matahari itu ada spektra UV yg bila terkena kulit akan mengakibatkan kanker kulit.ihh... spooky abizz.

Temen-temen ingat ga' apa julukan kota jogja tercinta ini dahulu kala?.ya kota sepeda tentunya.tapi,seiring berjalannya waktu dan modernisasi yg masuk ke kota kita ini.gelar kota kita berganti menjadi kota motor.di sudut-sudut kota jogja sekarang bisa kita lihat begitu banyak kendaraan bermotor yg lalu lalang.dan karena emisi bahan bakar fosil yg ditimbulkan kendaraan-kendaraan bermotor itu akan menimbulkan gas-gas seperti karbonmonoksida (CO), karbondioksida (CO2),nitrogen Oksida (NOx),sulfur oksida(SOx).sekarang gas-gas itu lebih dikenal dengan nma gas efek rumah kaca.jika gas-gas itu berkeliaran bebas di langit.akan mengakibatkan panas dari sinar matahari yg masuk ke bumi tidak bisa dipantulkan,karena tertahan oleh gas efek nrumah kaca tersebut.danlagi-lagi bikin bumi makin panas.

Dan mulailah peduli

Hmm... oleh sebab itu,mulai sekarang kita harus merubah pola hidup kita agar tidak merusak bumi.mulai mencobs untuk sedikit peduli pada bumi.setidaknya berusaha merawat tempat tinggal dansinggah ini.mengutip sedikit perkataan AA Gym bahwa kepedulian itu tidak perlu di realisasikan dengsn hal-hal besar.cukup dengan hal kecil dan mulai dari diri kita sendiiri.hal-hal kecil itu bisa dilakukan dengan cara penanamanxpohon.minimalxsatu pohonlah dalam setahun.agar nantinya sirkulasixgas CO2 ke O2 akan lancar kembali.atau bisa dengan tindakan lain yg menurut kita bisa menunjukkankepedulian pada planet ini.STOP GLOBAL WARMING AND SAVE OUR EARTH!!!

image:ekojuli.wordpress.com

Mengapa takut berkomunitas!!!!


Beberapa hari yang lalu, tepatnya tanggal 29 April dan 5 April 2009, komunitas Coret telah mengadakan kegiatan pelatihan menulis yang biasa kita sebut dengan Workshop Creative Writing Berkelanjutan (WCWB) V. Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa-siswi SMU/sederajat se-DIY. Di acara itu kita medatangkan Mbak Evi Idawati dan Mas Gugun El-Guyanie sebagai pembicaranya. Para peserta mendapat pengarahan dalam bidang kepenulisan dari kedua pembicara tersebut, baik fiksi maupun non-fiksi. Selama mengikuti kegiatan, kita belajar menuangkan ide dan gagasan dalam bentuk tulisan. Selama itu pula sama sekali tidak muncul rasa bosan, karena proses pembelajaran itu dibungkus dengan permainan-permainan yang kreatif. Selain itu, kita juga bisa bertemu dengan teman-teman dari sekolah lain yang mungkin tidak pernah kita sangka bakalan kita jumpai. Kita bisa saling mengenal, bercerita tentang masing-masing sekolah, baik mengenai mata pelajarannya, keunikannya, kegiatan-kegiatannya yang tidak dirasakan di sekolah masing-masing. Sekadar untuk bisa saling memahami, hal tersebut dirasa memang kita butuhkan. Setelah mengikuti acara tersebut, kita kemudian tergabung dalam komunitas Coret bersama dengan anggota angkatan sebelumnya. Bersama-sama kita akan melakukan berbagai kegiatan yang bisa menunjang kreativitas. Mulai dari menerbitkan buletin untuk mempublikasikan hasil belajar menulis bersama, membuat film dokumenter, berkunjung ke rumah penulis, menerbitkan antoligi cerpen, dll. Harapannya, kita mau dan mampu mengeluarkan pendapat kita masing-masing. Meskipun hal tersebut tidak mudah, namun kita sadari bersama bahwa proses belajar tidak bisa kita lakukan sendiri dan didapat dalam waktu singkat. Untuk itulah, bantuan dari orang-orang yang ada disekitar sangat bermanfaat dalam mempermudah proses belajar tersebut. Dalam waktu dekat ini kita merencakan akan mengadakan kegiatan belajar lay-out buletin. Kegiatan itu sangat bermanfaat agar kedepannya kita tidak mengalami kesulitan dalam menyusun buletin. Kegiatan itu tidak hanya diikuti oleh anggota komunitas Coret, tapi terbuka bagi teman-teman SMU/sederajat se-DIY untuk bergabung dan belajar bersama. from:catatan facebook komunitas coret

Kejanggalan Dalam Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan di indonesia sekarang bisa di bilang sedang mengalami keguncangan dan ketimpangan dalam berbagai hal dan menimbulkan beberapa kejanggalan dari pendidikan itu sendiri yang membuat kita bertanya-tanya apa sebabnya sehingga terjadi yang demikian.dan bagaimana solusi atau penawar untuk menyelesaikan hal tersebut??
Mungkin bisa dimulai dengan menguraikan sebab dari kejanggalan yang terjadi dalam dunia pendidikan.faktor pertama yang bisa di angkat adalah dari sisi sang pengajar,perangkat penting dan pertama dalam sistem pendidikan kita.sejak kecil kita sudah diakrabkan pada idealisme bahwa pengajar(baca:guru) adalah sosok yang menjadi tauladan bagi murid-muridnya.sosok yang harus digugu lan ditiru.apa yang para pengajar lakukan,ucapkan,perlihatkan dan ajarkan kemungkinan besar akan di tiru oleh para anak dididknya.seperti kata pepatah”guru kencing berdiri,murid kencing berlari.Namun,sekarang bisa kita lihat kinerja para pengajar di indonesia sekarang ini,bukannnya tambah disiplin dan rapi.malah makin semrawut,makin tinggi jenjang pendidikannya,malah cuek dan tidak menjunjung tinggi kedisiplinan waktu.tapi,mereka tak bisa disalahkan begitu saja,ini semua tidak lepas dari sikap pemerintah yang belum bisa memberikan apresiasi kepada para pengajar.lihat gaji para pengajar(guru negeri,guru honorer,termasuk dosen)jika dibandingkan dengan gaji para legislatif.bagai langit dan bumi.padahal pembentuk awal pemikiran manusia selain orangtua adalah guru.para anggaota legislatif pun tak akan jadi seperti itu tanpa peran para pengajar.pantas saja pendidikan indonesia seakan hanya sampai segitu saja.para pengajar sekarang seakan tidak ikhlas dan sepenuh hati dalam melaksanakan tugas yang di embannya.bagaimana tidak??karena selain mengajar mereka harus di pusingkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.ada apa dengan pendidikan di indonesia???.



Yang kedua tentunya dari orang-orang yang di ajar itu sendiri(murid,mahasiswa,dsb).bisa kita
lihat realitanya di zaman sekarang ini bahwa orang-orang yang di ajar sendiri seakan-akan sudah tidak ada niat untuk di ajar.dalam KBM pun seperti itu.saat ulangan saling “kerja sama”.mereka lebih mementingkan kuantitas(nilai) ketimbang kualitas (kemampuan diri).sungguh,inilah yang membuat pendidikan kita makin hari makin lesu.
Kejanggalan yang ketiga adalah dari sistem pendidikan yang di anut oleh indonesia sendiri.dari zaman ayah kita masih sekolah dulu sampai sekarang.banyak kurikulum baru yang tiap kuartal tertentu selalu di keluarkan.banyak alasan yang di pakai untuk membela tindakan itu pun berbeda-beda.intinya banyaklah,yang katanya lebih baik lebih berisi dan cocok di terapkan di indonesia.baru mencoba beradaptasi dengan satu kurikulum baru sudah di ganti dengan yang baru seperti KBK (2004) ke KTSP(2006).dan ini yang membuat pendidikan kita terlihat abstrak,tidak jelas arah dan tujuannnya.dan pada akhirnya membuat para pelajar berpikir untuk mendapat nilai memuaskan dengan cara apapun agar dianggap bisa beradaptasi.jadi, para pelajar di indonesia tidaklah harus selalu di salahkan.Yang terakhir yang turut mewarnai pendidikan indonesia adalah dari budaya masyarakatnya akan pendidikan.tentang paradigma masyarakatnya yang mengganggap pendidikan sekarang sudah tidak terjangkau baik secara logika mauupun materi.orang sudah banyak memaklumkan bahwa biaya pendidikan kian tak tersentuh.banyak yang tidak peduli akan pentingnya pendidikan karena sudah jauh dari orientasi awalnya,yaitu mendidik.dunia pendidikan kini jadi ladang bisnis.jadi sebuah komoditi. Mungkin tak masalah jika seluruh masyarakat indonesia punya sudut pandang dan semangat
belajar seperti lintang dalam Laskar Pelangi tapi kenyataannnya kan tidak seperti itu,tidak seperti yang diharapkan.hahh..sekarang kita hanya bisa menghela napas kemudian berusaha meng-upgrade dunia pendidikan di indonesia menjadi lebih baik dengan berbagi cara tentunya dengan jalan yang baik,benar,bijak,dan tidak anarki.

Kamis, 08 Januari 2009

Liburan Sastra di Pesantren#2

Liburan Sastra di Pesantren atau yang akan kita sebut LSdP kemarin diadakan di PonPes Pandanaran yogyakarta.yang di ikuti sekitar 40 orang peserta.acara ini diadakan oleh komunitas matapena dan di dukung oleh penerbit LKis dan juga PonPes Pandanaran sendiri.Peserta berasal dari Jawa,Bali &Madura.

Pandanaran sendiri di wakili oleh 8 delegasi yaitu firas,ubay,ibad,mahmud,vina,indy,vera dan terakhir masyithoh.