Sabtu, 20 Juni 2009

Kejanggalan Dalam Dunia Pendidikan

Dunia pendidikan di indonesia sekarang bisa di bilang sedang mengalami keguncangan dan ketimpangan dalam berbagai hal dan menimbulkan beberapa kejanggalan dari pendidikan itu sendiri yang membuat kita bertanya-tanya apa sebabnya sehingga terjadi yang demikian.dan bagaimana solusi atau penawar untuk menyelesaikan hal tersebut??
Mungkin bisa dimulai dengan menguraikan sebab dari kejanggalan yang terjadi dalam dunia pendidikan.faktor pertama yang bisa di angkat adalah dari sisi sang pengajar,perangkat penting dan pertama dalam sistem pendidikan kita.sejak kecil kita sudah diakrabkan pada idealisme bahwa pengajar(baca:guru) adalah sosok yang menjadi tauladan bagi murid-muridnya.sosok yang harus digugu lan ditiru.apa yang para pengajar lakukan,ucapkan,perlihatkan dan ajarkan kemungkinan besar akan di tiru oleh para anak dididknya.seperti kata pepatah”guru kencing berdiri,murid kencing berlari.Namun,sekarang bisa kita lihat kinerja para pengajar di indonesia sekarang ini,bukannnya tambah disiplin dan rapi.malah makin semrawut,makin tinggi jenjang pendidikannya,malah cuek dan tidak menjunjung tinggi kedisiplinan waktu.tapi,mereka tak bisa disalahkan begitu saja,ini semua tidak lepas dari sikap pemerintah yang belum bisa memberikan apresiasi kepada para pengajar.lihat gaji para pengajar(guru negeri,guru honorer,termasuk dosen)jika dibandingkan dengan gaji para legislatif.bagai langit dan bumi.padahal pembentuk awal pemikiran manusia selain orangtua adalah guru.para anggaota legislatif pun tak akan jadi seperti itu tanpa peran para pengajar.pantas saja pendidikan indonesia seakan hanya sampai segitu saja.para pengajar sekarang seakan tidak ikhlas dan sepenuh hati dalam melaksanakan tugas yang di embannya.bagaimana tidak??karena selain mengajar mereka harus di pusingkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.ada apa dengan pendidikan di indonesia???.



Yang kedua tentunya dari orang-orang yang di ajar itu sendiri(murid,mahasiswa,dsb).bisa kita
lihat realitanya di zaman sekarang ini bahwa orang-orang yang di ajar sendiri seakan-akan sudah tidak ada niat untuk di ajar.dalam KBM pun seperti itu.saat ulangan saling “kerja sama”.mereka lebih mementingkan kuantitas(nilai) ketimbang kualitas (kemampuan diri).sungguh,inilah yang membuat pendidikan kita makin hari makin lesu.
Kejanggalan yang ketiga adalah dari sistem pendidikan yang di anut oleh indonesia sendiri.dari zaman ayah kita masih sekolah dulu sampai sekarang.banyak kurikulum baru yang tiap kuartal tertentu selalu di keluarkan.banyak alasan yang di pakai untuk membela tindakan itu pun berbeda-beda.intinya banyaklah,yang katanya lebih baik lebih berisi dan cocok di terapkan di indonesia.baru mencoba beradaptasi dengan satu kurikulum baru sudah di ganti dengan yang baru seperti KBK (2004) ke KTSP(2006).dan ini yang membuat pendidikan kita terlihat abstrak,tidak jelas arah dan tujuannnya.dan pada akhirnya membuat para pelajar berpikir untuk mendapat nilai memuaskan dengan cara apapun agar dianggap bisa beradaptasi.jadi, para pelajar di indonesia tidaklah harus selalu di salahkan.Yang terakhir yang turut mewarnai pendidikan indonesia adalah dari budaya masyarakatnya akan pendidikan.tentang paradigma masyarakatnya yang mengganggap pendidikan sekarang sudah tidak terjangkau baik secara logika mauupun materi.orang sudah banyak memaklumkan bahwa biaya pendidikan kian tak tersentuh.banyak yang tidak peduli akan pentingnya pendidikan karena sudah jauh dari orientasi awalnya,yaitu mendidik.dunia pendidikan kini jadi ladang bisnis.jadi sebuah komoditi. Mungkin tak masalah jika seluruh masyarakat indonesia punya sudut pandang dan semangat
belajar seperti lintang dalam Laskar Pelangi tapi kenyataannnya kan tidak seperti itu,tidak seperti yang diharapkan.hahh..sekarang kita hanya bisa menghela napas kemudian berusaha meng-upgrade dunia pendidikan di indonesia menjadi lebih baik dengan berbagi cara tentunya dengan jalan yang baik,benar,bijak,dan tidak anarki.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda